Kotbah Kasualistik : Acara
Syukuran Wisuda Mahasiswa Teologia
Nats : Yohanes 15: 13-16
Kata “mengetahui” dan kata “mengenal” adalah dua kata yang
memiliki makna beda tipis. Bedanya dimana? Ketika saya berkata “aku tahu siapa
dia” perkataan saya menunjukkan bahwa saya tahu namanya, tahu apa kerjanya, tahu dimana rumahnya, dan
saya tahu dimana dia kuliah. Sementara itu, ketika saya mengatakan “aku
mengenal dia” perkataan ini menunjukkan bahwa saya bukan hanya tahu siapa
namanya, apa kerjanya, dimana rumahnya, dan dimana dia kuliah, akan tetapi saya
mengetahui dia lebih dari situ bahkan saya juga tahu No Hpnya, warna kesukaannya,
makanan kesukaannya dan lain sebagainya.
Pada saat kita telah menjadi pelayan Tuhan, saat itu kita telah
dipilih Tuhan menjadi sahabat-Nya, teman sekerjanya, dan kita telah diberi
kepercayaan untuk betul-betul mengenal-Nya. Namun, realitanya ada banyak sekali para pelayan
Tuhan yang bekerja di ladang Tuhan. Semua pelayan-pelayan itu pasti tahu siapa
Tuhan. Akan tetapi saudara-saudara sering sekali kita temui ternyata pelayan
itu di ladang Tuhan tidak menghasil buah.
Mereka justru menjadi pelayan yang malas, pelayan yang korupsi, pelayan yang
minum-minum, dan lain sebagainya. Kita sebagai para pelayan Tuhan sering
mengaku kita tahu Tuhan dan banyak berbicara tentang Tuhan, namun ternyata kita
tidak tahu apa kehendak-Nya. Sering sekali ketika duduk di bangku kuliah,
mahasiswa teologia hanya mengisi kepala dengan pengetahuan yang banyak tentang
Tuhan, namun kita lupa mengisi hati kita dengan iman pengenalan akan Tuhan.
Saudara- saudara kita lebih sering membesarkan kepala kita dengan ilmu-ilmu
pengetahuan tentang Tuhan, tapi kita tidak membesarkan hati kita dengan iman terhadap
Tuhan. Hal membuat kita kaya dengan ilmu namun miskin iman. Hal ini lah yang
sering membuat kita hanya tahu, bukan kenal.
Kita semua pasti mengenal Yusuf, Yusuf dijual saudara-saudaranya
ke pedagang Mesir, kemudian dia bekerja di rumah potifar, akan tetapi dia
dijebak oleh istri potifar sehingga dia dipenjara, dia keluar karena
menafsirkan mimpi Firaun. Selanjutnya dia diangkat menjadi menteri di tanah
Mesir. Saudara- saudara Yusuf perjalanan hidup Yusuf adalah perjalanan yang
betul-betul mengenal Allah, sehingga dia betul-betul berbuah di tengah-tengah
bangsa Mesir, dia membebaskan bangsa itu dari kemiskinan, dia juga berbuah di
tengah-tengah saudara-saudara yang telah menjualnya lewat pengampunannya. Yusuf
mampu menafsirkan mimpi raja dan mampu menjadi menteri bukan karena ilmunya
yang luar biasa, dia melakukan itu bukan karena kepintaran dan pengetahuannya
yang banyak, akan tetapi hanya karena dia sahabat Allah dan dia betul-betul
mengenal Allah, sehingga dia tahu kehendak Allah.
Saudara, yang terkasih, saat ini anda dipilih Allah menjadi
sahabat, teman sekerja-Nya, maka belajarlah untuk mengenal-Nya lebih dalam dan
lebih dalam lagi. Marilah kita menjadi pelayan yang mengenal Allah dan
mengetahui apa kehendak-Nya sehingga kita betul-betul berbuah di tengah-tengah
dunia ini.
Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar