Minggu, 22 April 2018

Kotbah Kasualistik : Acara Syukuran Wisuda Mahasiswa Teologia
Nats    : Yohanes 15: 13-16
Kata “mengetahui” dan kata “mengenal” adalah dua kata yang memiliki makna beda tipis. Bedanya dimana? Ketika saya berkata “aku tahu siapa dia” perkataan saya menunjukkan bahwa saya tahu namanya,  tahu apa kerjanya, tahu dimana rumahnya, dan saya tahu dimana dia kuliah. Sementara itu, ketika saya mengatakan “aku mengenal dia” perkataan ini menunjukkan bahwa saya bukan hanya tahu siapa namanya, apa kerjanya, dimana rumahnya, dan dimana dia kuliah, akan tetapi saya mengetahui dia lebih dari situ bahkan saya juga tahu No Hpnya, warna kesukaannya, makanan kesukaannya dan lain sebagainya.
Pada saat kita telah menjadi pelayan Tuhan, saat itu kita telah dipilih Tuhan menjadi sahabat-Nya, teman sekerjanya, dan kita telah diberi kepercayaan untuk betul-betul mengenal-Nya. Namun,  realitanya ada banyak sekali para pelayan Tuhan yang bekerja di ladang Tuhan. Semua pelayan-pelayan itu pasti tahu siapa Tuhan. Akan tetapi saudara-saudara sering sekali kita temui ternyata pelayan itu di ladang Tuhan tidak menghasil  buah. Mereka justru menjadi pelayan yang malas, pelayan yang korupsi, pelayan yang minum-minum, dan lain sebagainya. Kita sebagai para pelayan Tuhan sering mengaku kita tahu Tuhan dan banyak berbicara tentang Tuhan, namun ternyata kita tidak tahu apa kehendak-Nya. Sering sekali ketika duduk di bangku kuliah, mahasiswa teologia hanya mengisi kepala dengan pengetahuan yang banyak tentang Tuhan, namun kita lupa mengisi hati kita dengan iman pengenalan akan Tuhan. Saudara- saudara kita lebih sering membesarkan kepala kita dengan ilmu-ilmu pengetahuan tentang Tuhan, tapi kita tidak  membesarkan hati kita dengan iman terhadap Tuhan. Hal membuat kita kaya dengan ilmu namun miskin iman. Hal ini lah yang sering membuat kita hanya tahu, bukan kenal.
Kita semua pasti mengenal Yusuf, Yusuf dijual saudara-saudaranya ke pedagang Mesir, kemudian dia bekerja di rumah potifar, akan tetapi dia dijebak oleh istri potifar sehingga dia dipenjara, dia keluar karena menafsirkan mimpi Firaun. Selanjutnya dia diangkat menjadi menteri di tanah Mesir. Saudara- saudara Yusuf perjalanan hidup Yusuf adalah perjalanan yang betul-betul mengenal Allah, sehingga dia betul-betul berbuah di tengah-tengah bangsa Mesir, dia membebaskan bangsa itu dari kemiskinan, dia juga berbuah di tengah-tengah saudara-saudara yang telah menjualnya lewat pengampunannya. Yusuf mampu menafsirkan mimpi raja dan mampu menjadi menteri bukan karena ilmunya yang luar biasa, dia melakukan itu bukan karena kepintaran dan pengetahuannya yang banyak, akan tetapi hanya karena dia sahabat Allah dan dia betul-betul mengenal Allah, sehingga dia tahu kehendak Allah.       
Saudara, yang terkasih, saat ini anda dipilih Allah menjadi sahabat, teman sekerja-Nya, maka belajarlah untuk mengenal-Nya lebih dalam dan lebih dalam lagi. Marilah kita menjadi pelayan yang mengenal Allah dan mengetahui apa kehendak-Nya sehingga kita betul-betul berbuah di tengah-tengah dunia ini.
Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar