Minggu, 22 April 2018

Nats    : Yeremia 31: 3-7
Saudara-saudara yang terkasih di dalam nama Kristus Yesus....
Thema kotbah kita hari ini ialah “Kasih Mu : Selalu Baru Setiap pagi”
Berbicara mengenai kasih, kasih seperti apakah yang anda kenal? Apakah hanya sebatas kasih seorang pacar terhadap pasangannya? Atau sebatas kasih seorang anak remaja terhadap sahabatnya? Bagaimanakah sebenarnya kasih yang kekal dan selalu baru setiap pagi seperti kasih Allah kepada bangsa Israel dalam teks kita hari ini.  
Saudara-saudara, sebelum kita melangkah lebih jauh berbicara soal kasih, perlu kita ketahui terlebih dahulu apakah sebenarnya yang dimaksud dengan kasih? Dalam hal ini, kita dapat melihat Yohanes memberikan kesaksian yang menyatakan bahwa Allah itu kasih (1 Yoh 4: 8). Saudara-saudara jelaslah sudah bahwa yang dimaksud dengan kasih ialah Allah. Jika Allah adalah kasih, berarti hidup dalam kasih adalah hidup dalam Allah.   
Saudara-saudara yang terkasih dalam nama Yesus Kristus,
Kemudian bagaimanakah sebenarnya kasih yang selalu baru setiap pagi?
Yang pertama, kasih itu adalah kasih yang mengampuni. Saudara-saudara jika kita melihat konteks bangsa Israel pada masa itu, bangsa itu adalah bangsa yang bebal, yang tidak melakukan kehendak Allah sehingga bangsa itu dibuang ke Babel. Akan tetapi bangsa itu selalu mendapat pengampunan dari Allah. Dengan kasih-Nya yang besar Allah mengampuni bangsa Israel. Saudara-saudara mari kita buka Ams 16:6a, dalam teks ini dinyatakan bahwa dengan kasih kesalahan dapat diampuni. Bagaimana dengan kita? Kita sering mengatakan bahwa kita mengasihi orang lain,  akan tetapi kita sulit mengampuni. “aku mengasihi kamu tapi aku belum bisa mengampuni kesalahanmu” saudara-saudara dalam kaitan kita perlu mengoreksi kasih yang bagaimanakah yang kita miliki? Kasih yang selalu baru setiap pagi adalah kasih yang senantiasa mengampuni. Seperti Allah yang lebih dulu mengampuni kita.
Yang kedua, kasih yang menyelamatkan. Saudara-saudara penyelamatan dan penebusan yang dilakukan oleh Yesus Kristus di kayu salib semata-mata hanya karena kasih-Nya yang begitu besar kepada kita manusia. Hal ini lah yang dilakukan Allah sendiri terhadap bangsa Israel yang menyelamatkan bangsa itu dari pembuangan Babel. Mari kita buka Yes 63:9. Dialah yang menebus mereka dalam kasihnya dan belas kasihannya. Saudara-saudara hal ini menjadi satu perenungan bagi kita, kita yang telah diselamatkan di dalam kasihnya, apakah kita sudah hidup di dalam kasih?
Yang ketiga, kasih yang membangun. Kasih membangun dapat kita lihat dalam 1 Korintus 8:1, namun membangun yang bagaimanakah yang dimaksudkan disini? Mari kita buka Zef 3:17 “Ia memperbaharui engkau dalam kasih-Nya” kasih yang membangun ialah kasih yang memperbaharui. Dalam kaitan ini, bangsa Israel pada konteks teks ini adalah bangsa yang dibangun dan diperbaharui sehingga bangsa itu dapat bersukacita, bersorak memuji nama Tuhan Allah. Saudara-saudara apakah kasih anda telah mampu membuat seseorang menuju sukacita dan bersorak memuji Tuhan? ataukah kasih kita selama ini membuat orang justru semakin menjauh dari sukacita??
Saudara-saudara yang terkasih dalam Kristus Yesus, perlu kita renungkan kembali, Kasih yang seperti apakah yang kita miliki? Apakah kita sudah benar-benar hidup dalam kasih tersebut? Jika Allah adalah kasih, hidup dalam kasih adalah hidup dalam Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar