Nats : Yeremia 31: 3-7
Saudara-saudara
yang terkasih di dalam nama Kristus Yesus....
Thema
kotbah kita hari ini ialah “Kasih Mu : Selalu Baru Setiap pagi”
Berbicara
mengenai kasih, kasih seperti apakah yang anda kenal? Apakah hanya sebatas
kasih seorang pacar terhadap pasangannya? Atau sebatas kasih seorang anak
remaja terhadap sahabatnya? Bagaimanakah sebenarnya kasih yang kekal dan selalu
baru setiap pagi seperti kasih Allah kepada bangsa Israel dalam teks kita hari
ini.
Saudara-saudara,
sebelum kita melangkah lebih jauh berbicara soal kasih, perlu kita ketahui
terlebih dahulu apakah sebenarnya yang dimaksud dengan kasih? Dalam hal ini,
kita dapat melihat Yohanes memberikan kesaksian yang menyatakan bahwa Allah itu
kasih (1 Yoh 4: 8). Saudara-saudara jelaslah sudah bahwa yang dimaksud dengan
kasih ialah Allah. Jika Allah adalah kasih, berarti hidup dalam kasih adalah
hidup dalam Allah.
Saudara-saudara
yang terkasih dalam nama Yesus Kristus,
Kemudian
bagaimanakah sebenarnya kasih yang selalu baru setiap pagi?
Yang
pertama, kasih itu adalah kasih yang mengampuni. Saudara-saudara jika kita
melihat konteks bangsa Israel pada masa itu, bangsa itu adalah bangsa yang
bebal, yang tidak melakukan kehendak Allah sehingga bangsa itu dibuang ke
Babel. Akan tetapi bangsa itu selalu mendapat pengampunan dari Allah. Dengan
kasih-Nya yang besar Allah mengampuni bangsa Israel. Saudara-saudara mari kita
buka Ams 16:6a, dalam teks ini dinyatakan bahwa dengan kasih kesalahan dapat
diampuni. Bagaimana dengan kita? Kita sering mengatakan bahwa kita mengasihi
orang lain, akan tetapi kita sulit
mengampuni. “aku mengasihi kamu tapi aku belum bisa mengampuni kesalahanmu”
saudara-saudara dalam kaitan kita perlu mengoreksi kasih yang bagaimanakah yang
kita miliki? Kasih yang selalu baru setiap pagi adalah kasih yang senantiasa
mengampuni. Seperti Allah yang lebih dulu mengampuni kita.
Yang
kedua, kasih yang menyelamatkan. Saudara-saudara penyelamatan dan penebusan
yang dilakukan oleh Yesus Kristus di kayu salib semata-mata hanya karena
kasih-Nya yang begitu besar kepada kita manusia. Hal ini lah yang dilakukan
Allah sendiri terhadap bangsa Israel yang menyelamatkan bangsa itu dari
pembuangan Babel. Mari kita buka Yes 63:9. Dialah yang menebus mereka dalam
kasihnya dan belas kasihannya. Saudara-saudara hal ini menjadi satu perenungan
bagi kita, kita yang telah diselamatkan di dalam kasihnya, apakah kita sudah
hidup di dalam kasih?
Yang
ketiga, kasih yang membangun. Kasih membangun dapat kita lihat dalam 1 Korintus
8:1, namun membangun yang bagaimanakah yang dimaksudkan disini? Mari kita buka
Zef 3:17 “Ia memperbaharui engkau dalam kasih-Nya” kasih yang membangun ialah
kasih yang memperbaharui. Dalam kaitan ini, bangsa Israel pada konteks teks ini
adalah bangsa yang dibangun dan diperbaharui sehingga bangsa itu dapat
bersukacita, bersorak memuji nama Tuhan Allah. Saudara-saudara apakah kasih
anda telah mampu membuat seseorang menuju sukacita dan bersorak memuji Tuhan?
ataukah kasih kita selama ini membuat orang justru semakin menjauh dari
sukacita??
Saudara-saudara yang terkasih dalam Kristus Yesus,
perlu kita renungkan kembali, Kasih yang seperti apakah yang kita miliki?
Apakah kita sudah benar-benar hidup dalam kasih tersebut? Jika Allah adalah
kasih, hidup dalam kasih adalah hidup dalam Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar