Senin, 11 Mei 2015

05 November 2012

05 November 2012
Hari ini hari senin, semalam hari minggu, saya pergi ke GKPI Pamen. Saya sendirian, mengantuk di angkot sendiri. Ada yang tertawa melihat rasa ngantuk saya. Malu tapi juga tidak bisa menahan ngantuk. Rasa ngantuk itu ternyata jauh lebih hebat untuk mengalahkan rasa malu. Hari ini mulai kuliah lagi setelah 2 hari tidak mengkuti pelajaran dan tidak belajar. Rasanya tetap malas, tidak ada perubahan. Kuliah, kemudian pulang kuliah sermon. Malam ini hujan deras. Turut mewarnai kesepian di malam ini. Hampir setiap hari hujan. Mungkin memang keadaan memang sedang musim hujan. Saya tidak tahu betul.
Saya tidak tahu mau menulis apa, kenapa saya membuka laptop ini. kemudian mulai bercerita, seakan-akan saya akan mengarang cerita tentang diri saya. Selalu hanya bisa bertanya “sampai kapan aku begini?, kapan akan berubah? Kapan akan rajin belajar? Kapan akan menjadi ramah? Kapan akan menjadi seseorang yang dapat diandalkan? Kapan? Kapan? Dan kapan?” tidak ada jawaban yang pasti. Selalu mengatakan besok, mengatakan belum terlambat, masih ada waktu, hari-hari masih panjang. Tapi saya tidak tahu dimana hari yang panjang itu.
Hujannya semakin deras. Suara air hujan yang jatuh pada seng-seng itu begitu kuat. sangat kuat. Sehingga tak ada suara apa pun yang terdengar di telinga saya, selain suara air hujan yang jatuh pada seng itu. Baru saja aku mengingatnya, aku punya tugas yang belum kulaksanakan, padahal pekerjaan itu harus segera dilakukan. Bagaimana ini, jika besok mereka bertanya lagi? Apa lagi alasanku? Tidak terpercaya.
Aku seorang yang munafik, aku berdoa, aku memanggil nama Tuhan, aku berseru, aku menyesal mengaku dosa, aku minta ampun, aku memuji Tuhan, aku mengagumi Tuhan, aku memanggil nama-Nya, aku bilang aku mencintai-Nya, tapi aku tidak melakukan apa yang menjadi kehendak-Nya. Aku malas belajar, aku tidak tahu diri, orangtuaku cape mencari uang tapi aku menghambur-hamburkannya begitu saja. Aku tidak berpikir, aku malas, aku tidur, mengantuk di kelas, bersenang-senang, berkhayal, curhat, menulis angan-angan yang besar dan omong kosong, banyak bicara sedikit bekerja. Tidak tahu diri. Tidak sadar diri.
Orang Budha, yang tidak mengenalMu itu, ternyata jauh lebih baik dari pada aku, dia jauh lebih mencarimu dan berusaha mengenalmu, padahal dia sebenar-Nya tidak mengenalMu dan tidak mencari-Mu. Ada yang mengenal-Mu, tapi tidak betul-betul mengenal-Mu, hanya omong kosong, kenyataannya tidak melakukan kehendak-Mu.
Aku tidak ingin minta ampun, karena aku takut akan terus minta ampun, minta ampun karena tidak melakukan yang Engkau mau, tapi aku tetap melakukan yang tidak Engkau mau itu. Aku takut, minta ampun kepadaMu, Tuhan yang tidak betul-betul kukenal, aku takut minta ampun padaMu Tuhan yang tidak kutahu. Apakah yang harus kulakukan? Aku takut berdoa, tapi tidak kulakukan apa yang telah kudoakan kepadaMu. Aku takut, takut,
Mataku mulai ngantuk, haruskah aku berdoa? Aku bingung, apa lah kubuat nama data ini. haruskah ini disimpan? Biar dibaca orang. Begitukah???? Sudah jam 23.01. lok tidak tidur besok akan ngantuk. Dah lewat lagi 1 menit. Tidur, bangun lalu begitu saja. Aku pun mulai takut memanggil nama-Mu. Kau ampunikah aku???????

Gambar meja ini pun, sepertinya semakin seram, padahal hanya gambar boneka barbie. Layakkah aku memanggil-Mu kembali TUHANKU??? Tidak segampang yang dipikirkan dan yang dibayangkan. Manusia bodoh. Aku tidur. Aku menyimpan data. Dengan nama yang tidak dikenal. Save. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar