05 November 2012
Hari ini hari
senin, semalam hari minggu, saya pergi ke GKPI Pamen. Saya sendirian, mengantuk
di angkot sendiri. Ada yang tertawa melihat rasa ngantuk saya. Malu tapi juga
tidak bisa menahan ngantuk. Rasa ngantuk itu ternyata jauh lebih hebat untuk
mengalahkan rasa malu. Hari ini mulai kuliah lagi setelah 2 hari tidak mengkuti
pelajaran dan tidak belajar. Rasanya tetap malas, tidak ada perubahan. Kuliah,
kemudian pulang kuliah sermon. Malam ini hujan deras. Turut mewarnai kesepian
di malam ini. Hampir setiap hari hujan. Mungkin memang keadaan memang sedang
musim hujan. Saya tidak tahu betul.
Saya tidak tahu mau
menulis apa, kenapa saya membuka laptop ini. kemudian mulai bercerita,
seakan-akan saya akan mengarang cerita tentang diri saya. Selalu hanya bisa
bertanya “sampai kapan aku begini?, kapan akan berubah? Kapan akan rajin
belajar? Kapan akan menjadi ramah? Kapan akan menjadi seseorang yang dapat
diandalkan? Kapan? Kapan? Dan kapan?” tidak ada jawaban yang pasti. Selalu
mengatakan besok, mengatakan belum terlambat, masih ada waktu, hari-hari masih
panjang. Tapi saya tidak tahu dimana hari yang panjang itu.
Hujannya semakin
deras. Suara air hujan yang jatuh pada seng-seng itu begitu kuat. sangat kuat. Sehingga
tak ada suara apa pun yang terdengar di telinga saya, selain suara air hujan
yang jatuh pada seng itu. Baru saja aku mengingatnya, aku punya tugas yang
belum kulaksanakan, padahal pekerjaan itu harus segera dilakukan. Bagaimana
ini, jika besok mereka bertanya lagi? Apa lagi alasanku? Tidak terpercaya.
Aku seorang yang
munafik, aku berdoa, aku memanggil nama Tuhan, aku berseru, aku menyesal
mengaku dosa, aku minta ampun, aku memuji Tuhan, aku mengagumi Tuhan, aku
memanggil nama-Nya, aku bilang aku mencintai-Nya, tapi aku tidak melakukan apa
yang menjadi kehendak-Nya. Aku malas belajar, aku tidak tahu diri, orangtuaku
cape mencari uang tapi aku menghambur-hamburkannya begitu saja. Aku tidak
berpikir, aku malas, aku tidur, mengantuk di kelas, bersenang-senang,
berkhayal, curhat, menulis angan-angan yang besar dan omong kosong, banyak
bicara sedikit bekerja. Tidak tahu diri. Tidak sadar diri.
Orang Budha, yang
tidak mengenalMu itu, ternyata jauh lebih baik dari pada aku, dia jauh lebih
mencarimu dan berusaha mengenalmu, padahal dia sebenar-Nya tidak mengenalMu dan
tidak mencari-Mu. Ada yang mengenal-Mu, tapi tidak betul-betul mengenal-Mu,
hanya omong kosong, kenyataannya tidak melakukan kehendak-Mu.
Aku tidak ingin
minta ampun, karena aku takut akan terus minta ampun, minta ampun karena tidak
melakukan yang Engkau mau, tapi aku tetap melakukan yang tidak Engkau mau itu.
Aku takut, minta ampun kepadaMu, Tuhan yang tidak betul-betul kukenal, aku
takut minta ampun padaMu Tuhan yang tidak kutahu. Apakah yang harus kulakukan?
Aku takut berdoa, tapi tidak kulakukan apa yang telah kudoakan kepadaMu. Aku
takut, takut,
Mataku mulai
ngantuk, haruskah aku berdoa? Aku bingung, apa lah kubuat nama data ini.
haruskah ini disimpan? Biar dibaca orang. Begitukah???? Sudah jam 23.01. lok
tidak tidur besok akan ngantuk. Dah lewat lagi 1 menit. Tidur, bangun lalu
begitu saja. Aku pun mulai takut memanggil nama-Mu. Kau ampunikah aku???????
Gambar meja ini
pun, sepertinya semakin seram, padahal hanya gambar boneka barbie. Layakkah aku
memanggil-Mu kembali TUHANKU??? Tidak segampang yang dipikirkan dan yang
dibayangkan. Manusia bodoh. Aku tidur. Aku menyimpan data. Dengan nama yang
tidak dikenal. Save.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar